Bagaimanakah caranya agar menang terhadap pencobaan | World Challenge

Bagaimanakah caranya agar menang terhadap pencobaan

David WilkersonFebruary 1, 1977

Pencobaan adalah ajakan atau godaan untuk melakukan tindakan tidak bermoral. Dan sekarang setan sedang mengamuk di atas bumi seperti singa yang mengaum mencoba untuk melahap orang-orang Kristen melalui rayuannya yang kuat terhadap tindakan yang tidak bermoral. Tidak ada yang kebal terhadap pencobaan dan semakin anda dekat dengan Allah, semakin besar kerinduan setan untuk menampi anda.

Orang berdosa tidak dapat dicobai - hanya anak-anak Tuhan yang sejati! Hujan tidak bisa menyentuh tubuh yang sudah berada di bawah air. Orang-orang berdosa sudah tenggelam dalam kebinasaan. Sebagai anak-anak setan, mereka melakukan apa saja yang didikte olehnya. Mereka tidak harus tergoda atau tertarik, karena mereka sudah tidak bermoral - sudah terkutuk. Sebagai budak, mereka tidak bebas untuk memilih. Mereka hanya pergi dari kematian, ke kematian yang kedua kalinya, untuk "dicabut keluar dari akarnya." Orang-orang berdosa dapat dirayu oleh setan tapi tidak dicobai. Setan menggoda anak-anaknya sendiri ke lubang yang lebih dalam dan lebih gelap ke dalam kehidupan yang tak bermoral. Mereka sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka dan tidak lagi berjuang dalam pertempuran hidup. Itulah sebabnya Tuhan mengatakan kepada kita untuk bersukacita ketika kita menyelam ke dalam pencobaan. Kita sedang mengalami sesuatu yang unik hanya untuk mendewasakan orang-orang Kristen.

Pencobaan adalah "pelatihan yang berlansung dalam keadaan peperangan." Ini adalah peperangan yang "terbatas". Allah membatasi peperangan ini hingga ke titik yang dapat kita "pertahankan." Allah menginginkan para pendekar tempur yang berpengalaman yang dapat bersaksi, "Saya sedang dalam ujian yang berat! Saya sudah berada dalam pertempuran! Musuh di sekeliling saya, menembaki saya, mencoba membunuh saya, tetapi Allah menunjukkan pada saya bagaimana menghadapinya dan tidak merasa takut. Saya memiliki pengalaman saat ini, jadi untuk waktu berikutnya saya tidak akan takut. "

Pencobaan bukanlah tanda kelemahan atau kecondongan hati kepada dunia. Sebaliknya, itu merupakan suatu wisuda, tanda Allah mempercayai kita. Roh membawa Yesus ke arena pencobaan di padang gurun sehingga Ia bisa mempelajari rahasia kekuatan di atas segala pencobaan. Sebenarnya, Allah berkata kepada Yesus, "AnakKu, Aku telah memberikan RohKu tanpa batas, Aku telah mengakuiMu di hadapan dunia. Sekarang Aku akan mengizinkan setan untuk melemparkan setiap perangkat yang ia miliki kepadaMu - sehingga Kamu akan melihat bagaimana tidak berdayanya dia - sehingga Kamu tidak akan pernah takut pada kekuasaannya - bahwa Kamu boleh pergi memberitakan Kerajaan Allah dengan iman bahwa setan telah dikalahkan - bahwa ia tidak bisa menyentuh Kamu dengan cara apapun "

Dan itulah sebabnya orang-orang Kristen dicobai sampai hari ini. Bukan untuk mengajarkan kita mengenai sesuatu tentang diri kita sendiri. Bukan untuk pamer kekuatan atas iblis. TIDAK! Pencobaan diizinkan dalam kehidupan orang-orang kudus untuk mengajarkan kita tentang keterbatasan setan! Untuk melenyapkan sengatan setan. Untuk mengungkapkan kelemahannya. Untuk mengungkap bahwa setan hanyalah sebagai orang-orangan yang menakut-nakuti burung-burung di sawah. Kita hanya takut terhadap sesuatu yang tidak kita mengerti.

Setan seperti dalam film “Wizard of Oz” yang menggunakan semua jenis perangkat yang menakutkan untuk menakut-nakuti orang yang belum dicerahkan hatinya. Sesungguhnya hanyalah sebuah acara horor yang ia pertunjukkan. Sebuah tampilan pakaian kekuasaan, kekuatan dan jajahan. Tetapi Allah tahu bahwa itu semua hanyalah kebisingan yang lemah dan palsu. Di belakang panggung terdapat seorang penyihir yang lemah, yang tidak penting, tak berdaya, makhluk botak yang berkacamata yang menekan tombol dan menarik tuasnya. Siapa yang waras, mengetahui kekuatan Allah yang kuat, bahwa ia dapat menertawakan tontonan tidak penting dari si setan.

Ketika kita dicobai, itu adalah caraNya Allah untuk mengatakan kepada kita - "Setan tak berdaya - ia tidak seperti apa yang ia gembar-gemborkan tentang dirinya sendiri - ia mengenakan topeng palsu dan menembakkan anak panah api yang mendesis dan kemudian mati di hadapan kebenaran. Tetapi anda harus menemukannya sendiri. Pergilah ke tempat sirkusnya. Lawanlah terhadap ancamannya yang murahan - kemudian taklukkanlah ketakutan anda terhadapnya. Dia tidak akan menakut-nakuti anda - ia tidak akan mengungkap kelemahan anda. Dia tidak bisa melakukan apa pun terhadap anda. Sebaliknya, anda akan menemukan kelemahannya! Anda akan mengungkap dirinya sebagai penyihir palsu! Lalu ia akan lari dari padamu karena dia tidak ingin anda berbagi dengan orang lain tentang rahasia yang telah anda pelajari! "

Tidaklah cukup untuk mengatakan, "Tidak ada dosa untuk dicobai." Itu tidak berarti apa-apa bagi mereka yang telah berhasil mengatasinya. Masalahnya bukan dalam mempelajari bagaimana menghadapi godaan sebagai sebuah pengalaman yang dilewati oleh semua orang Kristen, melainkan hal apakah yang harus dilakukan untuk tidak menyerah pada godaan itu. Masalahnya adalah bagaimana kita bertarak (= berpantang/bertahan) dalam menanggung jeratan perangkap setan! Kita ingin tahu bagaimanakah mendapatkan kekuatan dan keberanian untuk mengatakan tidak, dan tetap teguh dengan itu. Bagaimanakah menemukan kekuatan untuk "tidak bermaksud" untuk menyerah. Ketika setan datang kepada kita seperti banjir, tidak ada waktu untuk lari ke kamar rahasia untuk memohon bantuan. Mungkin tidak ada waktu untuk mengambil Alkitab dan mencari beberapa janji yang berkuasa untuk mendorong kita. Mungkin tidak ada seorang teman Kristen yang kuat yang membantu kita di dalam doa. Tiba-tiba, godaan itu telah menghinggapi kita dan kita harus segera mengambil keputusan. Itu semua membuatnya menjadi lebih penting bahwa orang-orang Kristen, setiap saat mengandalkan rahasia "bertarak" kapan saja, di mana saja, dalam menghadapi setiap dan semua godaan.

Kekuatan untuk menanggung dan tidak menyerah pada godaan tidak datang dari pikiran kita yang berisi ayat-ayat kitab suci, atau membuat sumpah dan janji-janji, atau menghabiskan waktu berjam-jam dalam doa dan puasa, tidak sedang berada di sekitar teman-teman Kristen yang saleh dan pengaruh, maupun dalam saat penyerahan diri kita untuk tujuan rohani yang lebih besar. Semuanya ini merupakan hal yang terpuji dan normal bagi pertumbuhan Kristen. Tetapi, hal itu bukanlah letak kemenangan kita.

Rahasia sederhana dalam bertarak terhadap godaan apapun dimaksudkan untuk MELENYAPKAN KETAKUTAN TERHADAP KEKUATAN SETAN! Ketakutan adalah satu-satunya kekuatan yang dimiliki setan untuk menaklukkan manusia. Allah tidak memberikan roh ketakutan kepada kita. Roh ketakutan itu berasal dari setan! Namun manusia takut akan iblis. Takut akan setan. Takut gagal. Takut bila selera dan kebiasaannya tidak dapat diubah. Takut akan keinginan hatinya sendiri, yang akan meletus dan dapat mengendalikan hidupnya. Takut kalau dialah satu-satunya diantara seribu orang yang mungkin berbeda, yang lemah pembawaannya, yang penuh hawa nafsu dan tak akan tertolong lagi.

Manusia takut kalau dia tidak dapat berhenti dari dosanya. Dia memberikan penilaian tinggi terhadap kekuasaan iblis yang tidak dia punyai. Manusia berteriak, "Aku ketagihan! Aku tidak bisa berhenti! Aku terpesona dan di dalam kekuasaan iblis! Iblis telah membuatku melakukannya!"

Ketakutan mengandung siksaan! Selama anda takut akan setan, anda tidak dapat mematahkan kekuatan godaan apapun. Itulah sebabnya setan mempromosikan film-film seperti "The Exorcist", "The Omen," dan rentetan film lainnya yang membuat orang muntah dan pingsan dalam ketakutan. Itulah sebabnya setan senang dengan ajaran yang saat ini sedang merayap ke beberapa gereja dimana iblis dapat menguasai orang-orang Kristen. Setan dengan penuh gairah mengembang rasa takut! Dan orang-orang Kristen yang takut akan setan hanya memiliki sedikit atau tidak memiliki kekuatan untuk melawan godaannya.

Semuanya ini didasarkan pada kebohongan! Kebohongannya adalah bahwa Setan memiliki kuasa untuk memecah-belah orang-orang Kristen di saat mereka di bawah tekanan. Sebenarnya tidak begitu! Yesus datang untuk menghancurkan semua kekuatan setan atas anak-anak Allah yang telah disucikan dalam darahNya. Saya sering bertanya-tanya mengapa Allah membiarkan orang-orang yang rohani begitu sangat tergoda. Mengapa Allah tidak menghapus saja semua godaan tersebut daripada "memberi jalan keluar untuk kita dapat menanggungnya" (1 Korintus 10:13)? Jawabannya sederhana. Sekali anda belajar bagaimana tidak berdayanya si setan - sekali anda belajar bahwa ia tidak mampu membuat anda melakukan kehendaknya – sekali anda mempelajari bahwa Allah memiliki semua kekuatan untuk membuat anda tidak akan terjatuh - dari saat itulah anda bisa "bertarak" terhadap keadaan apapun yang disuguhkan oleh setan pada anda! Anda dapat melewatinya tanpa rasa takut bahwa anda akan jatuh!

Anda telah mendengar firman - itu bukanlah dosa bila tergoda! Saya katakan - itu bukanlah dosa terbesar untuk menyerah dalam pencobaan. Yang terbesar dari semua dosa adalah tidak percaya bahwa Allah memiliki kuasa untuk membebaskan kita dan menjauhkan kita dari kegagalan dalam pencobaan! Langkah yang paling penting yang pernah anda buat sebagai seorang Kristen - adalah langkah yang anda lakukan secara tepat setelah anda mengalami kegagalan!

Kita tidak dibebaskan dari pencobaan, tetapi dari ketakutan iblis agar kita dapat mengatasinya. Kita akan terus tergoda hingga kita kembali pulang ke tempat "peristirahatan" dalam iman kita. Peristirahatan itu adalah keyakinan yang tak tergoyahkan bahwa Allah telah mengalahkan setan, bahwa setan tidak memiliki hak atau tuntutan pada kita, bahwa kita akan keluar sebagai pemenang seperti emas yang telah diuji dalam api.

Orang yang mendua hatinya tidak akan tenang dalam hidupnya. Orang ini adalah seseorang yang percaya bahwa kekuasaan telah dibagi rata antara Allah dan setan. Hal inilah yang menjelaskan mengapa "dalam masa pencobaan beberapa dari mereka akan murtad " (Lukas 8:13). Mereka jatuh kembali ke dalam ketakutan. Mereka melupakan kuasa Allah yang perkasa. Mereka tunduk pada ketakutan setan. Yesus mengajarkan kita untuk berdoa agar kita tidak "dipimpin ke dalam pencobaan." Kita harus berjaga-jaga dan berdoa agar kita "jangan jatuh ke dalam pencobaan." Roh memang penurut, tetapi daging lemah. Roh Allah yang berada di dalam anda merindukan untuk mengajarkan anda akan keyakinan di dalam kuasa Allah tetapi daging berusaha untuk menyerah pada rasa takut. Saya percaya bahwa itu adalah ketakutan - bukan keletihan - yang menempatkan para murid tertidur sementara Yesus berdoa di taman. Mereka baru saja menerima berita pengkhianatan-Nya, bahwa Yesus akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang berdosa, bahwa Petrus akan menjadi penyangkal, bahwa mereka semua akan diserang dan tercerai-berai. Tiba-tiba, mereka telah melupakan semua mukjizat-Nya, kekuatan kuasa-Nya untuk menyembuhkan orang sakit dan membangkitkan orang mati, kuasa-Nya untuk memperbanyak roti dan ikan. Mereka kini dipenuhi oleh rasa takut. Mereka takut untuk tubuh jasmani mereka. Mereka takut ditinggalkan oleh Tuhan. Mereka tertidur dengan tidurnya manusia yang telah dikutuk. Ketika Yesus meminta kita untuk berdoa agar kita tidak akan dipimpin ke dalam pencobaan, Dia sebenarnya berkata - "Berdoalah agar anda belajar untuk mempercayai kuasa Allah saat ini, daripada anda harus kembali lagi dan lagi ke arena pencobaan sampai pelajaran itu telah selesai dipelajari!" Berdoalah agar anda tidak seharusnya dipimpin ke dalam pencobaan karena pelajaran yang akan diajarkan telah anda dipelajari!

Alkitab berkata bahwa Allah "tahu bagaimana membebaskan orang saleh dari pencobaan" (2 Petrus 2:9). Bagaimanakah? Dengan menempatkan kita di dalam api sampai kita keluar dan bernyanyi. "Roh yang ada di dalam saya, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia" (1 Yohanes 4:4). Sampai kita belajar bahwa kita dapat mengatasinya hanya dengan iman saja! Sampai kita mengakui, sekali dan untuk semuanya, bahwa "untuk inilah Anak Allah menyatakan diri-Nya, yaitu supaya Ia membinasakankan perbuatan-perbuatan Iblis itu" (1 Yohanes 3:8).

Anda tidak harus menyerah pada godaan, tetapi dalam beberapa waktu anda mungkin menyerah pada pencobaan! Bahkan orang-orang kudus dari umat Allah pun kadang-kadang menyerah pencobaan. Itulah sebabnya mengapa Allah membuat ketentuan khusus bagi mereka yang gagal. "…namun jika seorang berbuat dosa, kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, yaitu Yesus Kristus, yang adil" (1 Yohanes 2:1).

Tuhan kita tidak begitu berduka dengan kita olehkarena kita menyerah pada godaan, tetapi Ia lebih berduka dengan kita olehkarena kita tidak belajar bagaimana untuk menghadapi goraan itu. Dia lebih terluka oleh kenyataan bahwa kita tidak dipercaya akan kuasa-Nya untuk membebaskan kita dari pencobaan. Allah tidak begitu banyak terluka oleh apa yang kita lakukan tetapi Dia begitu sangat terluka pada saat kita tidak melakukan apa yang seharusnya kita lakukan. Yesus menangisi kota Yerusalem, dengan sangat sedihnya. Bukan karena dosa-dosa di kota itu. Bukan karena kecanduan alkohol, prostitusi, perzinahan, kebohongan dan kecurangan - tetapi karena Dia telah menawarkan perdamaian dan pembebasan…"tetapi mereka tidak mau!" Mereka tidak akan datang dengan iman yang sederhana. Mereka tidak akan menerima firman-Nya. Mereka tidak akan lari ke tempat penampungan sayap perlindungan-Nya. Ketidakpercayaan mereka akan kekuasaan-Nya telah membuat Dia menangis. Seorang berdosa adalah orang yang hidup sebagai seorang yang mengakui bahwa setan memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada kekuatan Allah. Seorang pemenang Kristiani adalah salah seorang yang hidupnya mengakui bahwa "Allah memiliki kerajaan, kekuasaan, dan kemuliaan, selamanya. Amin!"

Beberapa orang sesungguhnya tidak ingin bebas dari godaan mereka. Mereka menggoda dan bermain dengannya - semacam nyerempet bahaya rohani. Mereka tahu Allah dapat menjaga mereka dari dosa mereka - tetapi jauh di dalam lubuk hati mereka, mereka lebih suka memilih untuk memiliki waktu tertentu untuk bersenang-senang - beberapa kali tindakan amoral - sedikit rasa akan hal-hal yang terlarang. Mereka takut untuk mempercayai Allah akan kekuatanNya untuk mengatasinya karena mereka tidak benar-benar yakin bahwa mereka ingin keluar dari semuanya itu. Hal ini terlalu menarik bagi mereka! Mereka tidak ingin mendukakan Tuhan atau berpaling dari kasih-Nya. Mereka ingin dibebaskan - "setelah beberapa saat." Pembebasan setengah jalan hanyalah sebagai "tepat pada waktunya." Terlalu banyak orang pada saat ini yang takut untuk menyerahkan seluruhnya kepada Tuhan karena masih lapar dengan daya tarik dan godaan setan. Setan selalu membuat sesuatu yang begitu nyaman, begitu sederhana, begitu mudah.

Tetapi Allah memiliki kuasa untuk membuat kita "ingin" untuk dibebaskan. Dia dapat menempatkan ke dalam hati kita kemauan untuk mengatasi dan kekuatan untuk melakukan keinginan itu. Jika setan dapat menempatkan kemauan untuk berbuat dosa dalam diri manusia, maka Allah dapat dan telah menempatkan ke dalam hati anak-anakNya kemauan untuk mengatasi pencobaan. Bagian kita hanyalah percaya bahwa Allah dapat menguduskan kemauan kita dan menempatkan ke dalam hati kita suatu kerinduan yang penuh kekuatan untuk menolak undangan iblis. "Karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya" (Filipi 2:13).

Apakah anda menginginkan kekuatan untuk bertarak terhadap semua godaan? Sebuah jalan keluar? Suatu kekuatan yang bertumbuh untuk melawan? Kemudian berhenti memuliakan setan! Berhenti berpikir bahwa ia dapat memaksa anda untuk berbuat dosa! Dia tidak memiliki kekuatan untuk menjadi pecandu terhadap apapun! Gunakanlah perisai iman anda! Tataplah secara langsung badai pencobaan dan berseru, "…si jahat tidak dapat menjamahnya" (1 Yohanes 5:18). Kalahkanlah ketakutan anda akan kekuatan iblis dan anda dapat selamanya "bertarak" terhadap godaan apapun. Cukuplah dengan "menjaga teguh iman anda kepada-Nya, sebagai pencipta yang setia."

Dan, yang terpenting dari semuanya itu, "tiada digentarkan sedikitpun oleh lawanmu…" (Filipi 1:28).

Download PDF