Jamahan Allah | World Challenge

Jamahan Allah

David WilkersonJune 17, 2002

Saya ingin memberi tiga pernyataan kepada saudara mengenai jamahan Allah. Tiga pernyataan ini adalah inti dari khotbah saya:

  1. Sekali Allah menjamah seseorang dan Roh-Nya menguasai orang itu, penguasaan itu bukanlah untuk sementara, tetapi untuk selamanya. Tuhan tidak akan pernah menyerahkan milik-Nya kepada setan.
  2. Orang-orang yang dikuasai oleh Roh Allah selalu dipelihara-Nya. Kita mungkin ragu, gagal, atau jatuh dalam dosa yang menghancurkan. Tetapi, sekali Roh Allah menguasai kita, Ia tidak akan pernah meninggalkan kita, Tuhan... tidak meninggalkan orang-orang yang dikasihiNya. Sampai selama-lamanya mereka akan terpelihara (Mazmur 37:28).
  3. Ia menyiapkan orang-orang yang disertai-Nya untuk suatu tujuan yang lebih berguna dan mulia. Bahkan ini juga termasuk bagi hamba-hamba-Nya yang jatuh dan gentar. Saudara mungkin percaya bahwa Allah telah meninggalkan saudara, bahwa Ia tidak dapat memakai saudara lagi. Sesungguhnya, jika saudara mempunyai hati yang penuh penyesalan, saudara sedang dipersiapkan untuk suatu tujuan yang lebih besar. Allah bahkan juga memakai hal-hal yang dimaksudkan setan untuk menghancurkan kita.

Kita menemukan pola ini bekerja dalam kehidupan orang-orang yang bergaul dekat dengan Allah di seluruh Alkitab. Kita membaca tentang orang-orang saleh yang jatuh dalam kegagalan dan dosa yang menyedihkan. Kadang-kadang mereka sudah hampir menyerah. Tetapi Allah tetap tidak melepaskan tangan-Nya dari mereka. Malahan Ia tetap mendatangi mereka. Dan banyak orang yang dipulihkan dari tumpukan puing-puing kehancuran ini. Bahkan hari-hari terbaik mereka masih terbentang di hadapan mereka.

Inilah inti dari khotbah saya. Saya ingin membuktikan kepada saudara bahwa sekali Allah menjamah dan Roh-Nya menguasai saudara, Ia akan membebaskan saudara dari setiap jerat iblis jika saudara berseru kepada-Nya. Ia akan memelihara saudara dari amukan murka iblis. Dan Ia akan menggunakan segala sesuatu dalam hidup saudara termasuk kegagalan, masalah, dan percobaan saudara untuk mempersiapkan saudara buat rencana terbaik-Nya di masa mendatang.

Ingatlah kembali sewaktu Allah datang kepada saudara dan secara ajaib menyentuh jiwa saudara. Ia memanggil saudara kepada-Nya dan memenuhi saudara dengan Roh-Nya. Pada waktu itu, Allah membuat komitmen dengan saudara, Aku menginginkanmu. Dan Aku nyatakan bahwa kamu adalah milik-Ku. Tiba-tiba, Ia berkuasa atas hidup saudara. Dan tidak ada sesuatu pun yang akan mengubah fakta itu. Saudara menjadi milik yang telah dibeli-Nya, Jemaat Allah yang diperolehNya dengan darah AnakNya sendiri (Kisah Para Rasul 20:28).

Sang pencipta dari alam semesta telah membeli saudara dengan darah-Nya sendiri. Dan tidak ada yang lebih berkuasa dari darah itu. Jadi saudara tetap kepunyaan Allah, bahkan sewaktu kuasa neraka datang menggoda dan mengutuk saudara. Setan sendiri mungkin saja menjerat saudara dengan perangkap iblis. Tetapi ketika ia mengira, Aku telah memilikinya, Allah menjawab, Tidak iblis, engkau tidak dapat mengambilnya. Dia adalah milik-Ku. Aku telah membelinya. Sekarang lepaskan kepunyaan-Ku. Saudara tetap milik kepunyaan Allah. Dan Ia sedang memelihara saudara, menyiapkan saudara untuk rencana-Nya yang terbaik. Inilah pola dari Alkitab:

Musa adalah orang yang dikuasai oleh Roh Allah. Tuhan memeliharanya dalam setiap percobaan. Dan melalui semua itu, Allah sedang mempersiapkannya untuk suatu pekerjaan yang besar.

Musa dijamah oleh Allah ketika ia tinggal di rumah Firaun. Oleh karenanya, Musa menolak disebut sebagai anak Firaun, Karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah (Ibrani 11:25-26).

Tidak diragukan lagi tentang adanya jamahan Allah dalam kehidupan Musa ketika ia masih berada di Mesir. Musa menolak segala sesuatu yang bersifat kedagingan. Dan ia tahu bahwa ia dipanggil untuk membebaskan bangsa Israel. Sesungguhnya, ia mengira bangsa Israel akan menganggapnya sebagai pembebas mereka ketika ia membunuh mandor Mesir. Stefanus bersaksi, Ia membunuh orang Mesir itu. Pada sangkanya saudara-saudaranya akan mengerti, bahwa Allah memakai dia untuk menyelamatkan mereka, tetapi mereka tidak mengerti (Kisah Para Rasul 7:24-25).

Sebaliknya, Musa malah menjadi takut kepada Firaun oleh karena perbuatannya. Maka ia melarikan diri dari Mesir. Tetapi, pada saat Musa meninggalkan Mesir, ia sepenuhnya dikuasai oleh Roh Allah. Ia telah meninggalkan segala-galanya demi Kristus. Sedikit pun ia tidak mengetahui bahwa ia akan memasuki masa kepadangbelantaraan yang panjang. Ia akan tersembunyi di balik padang gurun selama empat puluh tahun lamanya.

Melambangkan apakah masa kepadangbelantaraan dalam kehidupan Musa ini? Itu adalah masa yang banyak dihadapi oleh hamba-hamba yang bergaul dekat dengan Allah. Mereka merasa terpojok dalam situasi yang jauh melebihi kekuatan mereka. Mereka mulai kehilangan kepercayaan akan apa yang Allah rencanakan buat mereka. Demikian juga dengan Musa. Ia menerima suatu panggilan yang luar biasa dalam hidupnya, dan ia bercita-cita untuk melakukan pekerjaan yang besar bagi Allah. Tetapi ia terhenti di balik padang gurun, tanpa masa depan yang jelas.

Saya bertanya-tanya berapa sering Musa memandangi kawanan dombanya dan berdoa, Tuhan, Engkau menjamah saya dengan demikian jelasnya. Saya kira Engkau memanggil saya untuk menjadi seorang pembebas. Mengapa Engkau membiarkan saya di sini? Sebenarnya Engkau bisa menggunakan saya lebih daripada sekedar menjadi penjaga beberapa domba. Engkau memberi saya pendidikan dari pusat-pusat pendidikan tertinggi di Mesir. Engkau menunjukkan kepada saya perbuatan tangan-Mu yang luar biasa. Tetapi saya merasa terabaikan, tidak terpakai. Apakah tidak ada hal lain untuk saya?

Saya percaya bahwa Musa merasa yakin bahwa waktunya telah berlalu. Ia tidak mendengar suara ataupun menerima firman Tuhan. Maka ia pun menerima nasibnya untuk menjadi penggembala di balik padang gurun. Tetapi Allah tetap setia kepadanya. Dan sementara Musa merasa frustrasi dengan keadaannya yang terbatas, Tuhan sedang memelihara dan mempersiapkannya untuk hal-hal yang lebih besar.

Selama itu, Yitro, ayah mertua Musa, menjelajahi padang gurun, mencari air, jalan, dan rute. Musa tidak menyadari bahwa Yitro akan menjadi pemandu bagi bangsa Israel sewaktu melewati padang gurun. Gembala-gembala Allah yang tersembunyi ini sedang dipersiapkan, dilatih untuk bertahan hidup di padang gurun untuk tugas-tugas mendatang.

Dan tiba-tiba Musa dihadapkan dengan semak yang terbakar. Semak itu mungkin hanya sebuah semak biasa, tidak tinggi sama sekali dan tak berguna. Tetapi Allah membakar semak itu, dan ada suara yang keluar dari semak itu, kata-Nya, Tanggalkanlah kasutmu Musa, engkau berada di tanah yang kudus. Lalu Tuhan berfirman langsung ke hati Musa. Dan setelah hanya beberapa jam berada di depan semak yang terbakar itu, hidup Musa tidak pernah sama lagi. Allah menyuruh Musa, Pergi dan kumpulkanlah bangsa Israel. Katakanlah kepada Firaun, 'Biarkan umat-Ku pergi.'

Inilah manusia yang bergaul dekat dengan Allah yang telah dipelihara dan dipersiapkan selama bertahun-tahun. Dan sekarang ia ditemui oleh Allah sendiri melalui semak yang terbakar. Semuanya itu bertujuan untuk memberitahu Musa, Aku tidak melupakanmu. Selama ini Aku selalu menyertaimu. Akulah yang memimpinmu ke padang gurun. Dan Aku telah melindungimu dari Firaun. Sekarang engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dalam pelayananmu.

Semak yang terbakar itu adalah api Roh Kudus yang menunjukkan kuasa-Nya melalui benda biasa. Allah memilih semak yang tidak berguna dan menyebabkan perubahan yang luar biasa terjadi melalui semak itu. Demikian pula hari ini, mungkin saya adalah sebuah semak kecil yang sedang dipakai Allah untuk berbicara kepada hati saudara. Pertanyaan saya sekarang: apakah saudara sedang berada di balik padang belantara?

Mungkin saudara terjepit dalam pekerjaan yang rendah penghasilannya dan tidak ada promosi sama sekali di tempat saudara bekerja. Atau, pasangan saudara bukan orang Kristen dan sering kali perkawinan saudara menguji jiwa saudara. Sesungguhnya saudara tidak iri sama sekali dengan berkat yang diterima orang lain. Tetapi saudara heran, Ya Tuhan, mengapa saya tidak Kaupakai? Engkau telah memberi saya kerinduan untuk berbuat lebih banyak lagi bagi kerajaan-Mu. Janganlah lewatkan saya.

Allah tetap setia kepada saudara, sama seperti kepada Musa. Saudara mungkin frustrasi dengan keterbatasan saudara. Tetapi sementara itu, Allah sedang memelihara dan mempersiapkan saudara. Saudara mungkin tidak dipanggil untuk suatu pekerjaan yang besar. Tetapi saudara sedang dipanggil ke suatu perjalanan yang baru dengan Tuhan, yang belum pernah saudara alami sebelumnya. Dan saudara sedang dipanggil untuk melayani Kristus seperti yang belum pernah saudara lakukan sebelumnya. Tugas saudara hanyalah untuk percaya bahwa Allah akan membawa saudara ke tempat yang kudus dan lebih mulia. Ia ingin menunjukkan diri-Nya lebih dalam lagi kepada saudara, dan untuk menyalakan api-Nya di dalam hati saudara. Ia ingin agar mereka yang berada di sekeliling saudara menyadari, Orang ini mempunyai hubungan yang dekat dengan Yesus.

Begitu saudara mulai mencari-Nya dengan sungguh-sungguh, saudara akan melihat mukjizat-mukjizat. Saudara akan diubahkan menjadi seorang pria yang baru, seorang wanita yang baru. Dan itu semua karena saudara adalah kepunyaan-Nya. Hari-hari terbaik saudara masih terbentang di hadapan saudara.

Daud mengalami peperangan yang seru dengan hawa nafsu yang ada dalam hatinya. Ia adalah seorang prajurit pembunuh raksasa, penulis mazmur yang diurapi, seorang raja yang dipakai Allah dengan luar biasa untuk memimpin umat-Nya. Tuhan sendiri menyebut Daud sebagai orang yang dekat dengan Allah dan mencari-Nya dengan sungguh-sungguh. Tetapi ketika ia berada di puncak dari berkat dan rahmat Allah, Daud dikejutkan oleh serangan hawa nafsu yang hebat.

Raja yang benar ini baru saja mengalami kemenangan yang beruntun dari musuh-musuhnya. Ia telah merebut kembali Tabut Allah dan meletakkan tabut itu di tempatnya. Dan ia telah menerima janji Tuhan bahwa Ia akan mengokohkan keturunannya. Firman Tuhan berkata, Tuhan memberi kemenangan kepada Daud ke manapun ia pergi berperang (2 Samuel 8:14).

Kemudian pada suatu hari, Daud melihat Batsyeba dan ia dikuasai oleh hawa nafsunya. Ia berbuat zina dan mempunyai anak dengan wanita itu. Dengan bersusah-payah Daud berusaha menyembunyikan dosanya yang mengerikan itu. Ia memanipulasi, merencanakan rancangan busuk, dan berbohong untuk menutupi dosanya. Akhirnya ia jatuh terjerumus dalam dosanya sehingga ia mendalangi pembunuhan suami kekasihnya itu.

Dosa Daud yang mengerikan itu akan menjadi pokok pembicaraan di semua masyarakat, di semua masa. Jika saudara hidup di masa itu, saudara mungkin berpikir, Allah sudah hampir kehilangan harapan terhadap orang itu. Ia telah berdosa terhadap Tuhan. Tetapi apa arti dari kejatuhan Daud itu bagi kehidupan kita sekarang? Itu adalah gambaran dari seorang hamba yang bergaul dekat dengan-Nya yang dikejutkan oleh serangan hawa nafsu. Setan berusaha menyerang dengan mendadak semua hamba Tuhan yang serius berjalan dengan Allah.

Apakah saudara pernah dikejutkan dan dikuasai oleh hawa nafsu? Saudara mempunyai riwayat hidup yang tak bercela, kehidupan yang indah dengan Yesus. Saudara dikenal dan dipandang sebagai hamba Tuhan yang benar, seorang yang mengasihi Tuhan. Tetapi iblis melihat saudara lalu ia mengincar dan membidikkan panah api nerakanya.

Mungkin kejatuhan saudara adalah perzinaan. Atau mungkin adalah pornografi atau minum minuman keras yang saudara lakukan dengan sembunyi-sembunyi. Seperti Daud, dosa saudara menguasai saudara, dan saudara ketahuan. (Saya mempunyai teman yaitu seorang pendeta yang mengalami hal ini. Ia sedang berada di hotel dalam rangka perjalanan pelayanan, dan ia mendapati dirinya digoda oleh hawa nafsu. Akhirnya ia menuruti hawa nafsunya dan memesan film porno. Tetapi dalam waktu 5 menit, dosanya terbongkar).

Saudara mungkin berkata, Saya tidak punya dosa semacam itu dalam hidup saya. Pengiringan saya tak bernoda. Tetapi bagaimana dengan pokok dari semua dosa, yaitu ketidakpercayaan? Mungkin saudara berada di sisi kemenangan, di puncak dari perjalanan iman saudara. Saudara merasa begitu dekat dengan Tuhan. Tetapi, tiba-tiba saudara dikuasai oleh ketidakpercayaan. Saudara dijangkiti oleh wabah depresi, ketakutan, kekuatiran, bahkan kemarahan terhadap Allah. Tiba-tiba saudara mulai meragukan kehadiran Allah dalam hidup saudara. Ketahuilah, pikiran semacam itu adalah perangkap setan. Musuh kita sangat ingin menghancurkan iman orang-orang percaya yang bergaul dekat dengan Allah.

Tidaklah menjadi soal kesalahan apa saja yang saudara perbuat. Tidak ada dosa di dalam hidup ini yang membuat Allah berputus asa terhadap saudara. Saudara tetaplah milik-Nya yang telah dibayar-Nya dengan lunas. Meskipun Daud menghina Allah dengan berbuat zina, Tuhan tidak meninggalkannya. Firman Tuhan berkata, Tuhan mengutus Natan kepada Daud (2 Samuel 12:1). Jika Musa ditantang oleh semak yang terbakar, maka Daud dihadapkan dengan seorang nabi. Natan menunjuk kepada Daud dan berkata, Engkaulah orang yang berbuat dosa itu. Engkau telah berbuat zina. Bagaimana reaksi Daud? Ia merendahkan dirinya dan mengaku, Aku sudah berdosa kepada Tuhan (12:13).

Daud menanggung konsekuensi yang berat atas dosanya. Tetapi Allah memeliharanya dalam melewati masa kesukaran itu. Setelah Natan menegur Daud, ia berkata kepada raja ini, Tuhan telah menjauhkan dosamu itu (12:13). Sesungguhnya Daud sedang dipersiapkan untuk suatu pelayanan yang bahkan jauh lebih besar setelah kejatuhannya. Suaranya terdengar di seluruh negeri lebih dari sebelumnya. Sekarang kita membaca kata-kata Daud yang penuh urapan itu di dalam kitab Mazmur. Bahkan firman yang Allah nyatakan kepada Daud di masa percobaan itu masih dikhotbahkan sampai saat ini.

Sungguh menyedihkan bahwa Saul, raja yang digantikan Daud, tidaklah dipelihara seperti Daud. Saul juga dijamah oleh Allah dengan luar biasa dan dikuasai oleh Roh-Nya. Tetapi Saul tidak menaati setiap perkataan nabi Samuel yang disampaikan kepadanya. Bukannya merendahkan hatinya, tetapi Saul malah menjadi pahit dan marah kepada Allah. Tuhan berusaha menjangkau Saul kembali di Rama, dengan mencurahkan Roh-Nya kepada Saul. Tetapi Saul menolak-Nya. Ia sama sekali meninggalkan Allah, berpaling kepada seorang penenung untuk minta petunjuk.

Kenyataannya Allah tidak akan pernah bersikap masa bodoh terhadap saudara. Jika saudara terikat oleh dosa, Ia akan menghadapkan saudara dengan kata-kata nubuatan yang penuh teguran. Saya sudah berkali-kali mengatakan bahwa saya bukanlah seorang nabi. Tetapi saat ini, saya tahu bahwa saya sedang berperan sebagai nabi bagi para pembaca khotbah ini. Saya adalah Natan saudara, dan saya menyatakan kepada saudara, Jika saudara mengaku dan meninggalkan dosa saudara jika saudara percaya Allah akan tetap berpegang pada janji-janji perjanjian-Nya terhadap saudara, maka saudara tidak hanya akan diampuni dan dipulihkan, tetapi hari-hari terbaik saudara, hari-hari yang paling berbuah masih terbentang di hadapan saudara.

Murid yang bergaul dekat dengan Allah ini melakukan dosa yang paling parah. Adalah berbeda kalau Musa melarikan diri dan menyembunyikan diri dari Allah. Juga lain halnya sewaktu Daud menghina Tuhan. Tetapi yang paling parah, Petrus menyangkal bahwa ia mengenal Kristus. Ia bahkan mengutuki Tuhannya.

Yesus mengatakan bahwa Petrus sahabat-Nya adalah batu karang. Murid yang pemberani ini bahkan pernah berjalan di atas air bersama Tuhan Yesus. Dan dengan tegas ia telah bersumpah bahwa ia bersedia mati demi Tuhannya. Tetapi kemudian, ketika Petrus dituduh sebagai murid Kristus, ia menjawab dengan kata-kata yang dingin ini, Aku tidak kenal orang itu (Matius 26:72). Ketika orang banyak itu tetap menuduhnya, maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: Aku tidak kenal orang itu (26:74).

Dapatkah saudara membayangkan kejadian yang tidak menyenangkan ini? Seandainya kita mengenal Petrus, kita akan berpikir, Sekianlah Petrus, tamatlah riwayatmu. Ia mengutuki Allah Yang Maha Besar. Dan ia menyangkal Yesus, ikut menyebabkan-Nya tersalib. Tidak ada lagi harapan untuknya. Allah pasti akan berpaling darinya.

Iblis pasti bergembira atas kehancuran Petrus, serunya, Kau telah kutangkap. Sekarang engkau adalah milikku. Tetapi Allah tidak akan menyerahkan hak milik-Nya. Ia akan memelihara dan melindungi Petrus. Dan Ia berseru, Tidak iblis, ia adalah kepunyaan-Ku. Lihat saja bagaimana Aku akan menggunakannya.

Jika Musa diberi petunjuk melalui semak yang terbakar, dan Daud oleh seorang nabi, maka Petrus diberi petunjuk oleh Roh Kudus. Roh Kudus mengingatkan Petrus apa yang pernah dikatakan Kristus kepadanya, Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya (26:75).

Roh Kudus memenuhi Petrus, menegur, dan melunakkannya. Murid ini diberi hati yang hancur dan roh yang penuh sesal. Lalu, beberapa minggu kemudian, kita melihat diri Petrus yang benar-benar berbeda. Orang ini memberitakan Injil dengan beraninya pada hari Pentakosta kepada paling sedikit 3000 orang. Murid yang gemetar ketakutan di hadapan seorang hamba perempuan ini sekarang telah menjadi seorang penginjil yang berani, penuh dengan api dan urapan Roh Kudus.

Ini adalah contoh terbaik tentang bagaimana Tuhan memelihara dan mempersiapkan orang-orang yang dimiliki-Nya. Apakah saudara melihat pola ini? Petrus sedang dipersiapkan bahkan pada saat ia menyangkal Yesus. Apa yang iblis rencanakan sebagai maksud yang buruk, Allah ubahkan untuk menjadi kemuliaan-Nya. Bagaimana caranya? Imam-imam yang dulu melihat Petrus menyangkal Yesus sekarang melihatnya berdiri dan berkhotbah tentang Kristus yang bangkit. Keberanian Petrus yang kudus ini menyebabkan mereka terheran-heran, Orang ini telah bersama dengan Yesus yang disangkalnya. Kuasa apakah ini yang telah menggerakkan dan mengurapinya?

Tuhan telah bersumpah dengan suatu perjanjian untuk menyelamatkan dan memulihkan hamba-hamba-Nya yang jatuh dan terluka. Dapatkah saudara dengan jujur berkata bahwa Allah telah menjadikan saudara milik-Nya? Saya ingat pada saat hal itu terjadi pada saya. Saat itu saya berumur 8 tahun dan sedang menghadiri suatu kebaktian yang berapi-api. Roh Allah mengurapi saya, menguasai tubuh, pikiran, jiwa, dan roh saya. Ia memanggil saya untuk memberitakan firman-Nya.

Karena Roh Tuhan telah menguasai saya pada saat itu, maka selama ini Ia selalu memelihara saya. Ia telah melepaskan saya dari setiap jerat rancangan iblis. Setiap perangkap iblis itu bisa saja menghancurkan pelayanan dan memporakporandakan hidup saya. Tetapi, karena Tuhan menguasai saya, Ia turut campur dalam setiap perkara, kata-Nya, Aku tidak akan membiarkanmu memilikinya, iblis. Sekarang, pada umur 71 tahun, saya tahu bahwa tahun-tahun terbaik saya masih ada di hadapan saya. Dan saya mengerti bahwa setiap percobaan yang saya alami telah mempersiapkan saya untuk masa ini.

Beberapa tahun yang lalu, saya mengalami masa-masa yang tergelap dalam pelayanan saya. Saya diserang oleh setiap percobaan yang berasal dari iblis. Istri saya, Gwen, merasa sangat tertekan karena kondisi tubuhnya yang lemah. Dan segala sesuatu dalam pelayanan kami yang agaknya bisa menjadi kacau benar-benar berubah menjadi kacau. Pada suatu saat, staf saya mulai meninggalkan saya. Saya mulai takut berkhotbah karena saya melihat kemunafikan dalam hidup saya. Saya merasa sangat tidak kudus.

Penderitaan saya di hari-hari itu tidak dapat digambarkan. Saya duduk di gereja, memohon, Tuhan, kirimkanlah firman-Mu, seseorang, sesuatu untuk menjamah penderitaan saya ini. Tolong katakan di manakah kesalahan saya. Mengapa setan memukuli saya seperti ini? Saya mohon, keluarkanlah saya dari jerat ini. Saya kira saya telah hancur dan gagal total. Saya merasa Allah berhak mengambil urapan-Nya dari saya karena saya telah sangat gagal.

Pada masa yang sulit itu, Allah mengirimkan nabi-Nya yang saleh kepada saya, seseorang yang bernama Leonard Ravenhill. Pria yang lemah lembut ini memberikan sebuah buku kepada saya dan berkata, David, Allah mengutus saya kepadamu. Bacalah buku ini. Ini akan mengubah hidupmu.

Dan memang benar. Buku itu berjudul The Christian in Complete Armor (terjemahan bebas: Orang Kristen yang Bersenjatakan Lengkap, penerjemah), oleh seorang penulis puritan bernama William Gurnall. Setelah hanya membaca 20 halaman, saya menjadi tersungkur. Kata-kata Gurnall mengguncangkan saya sampai ke tulang sumsum saya dan membangunkan jiwa saya. Saya menyadari, Tuhan, saya tidak mengenal Engkau seperti orang ini. Allah menggunakan peristiwa itu untuk memperbarui roh dan panggilan saya. Ia menyatakan kepada saya, David, Aku mengasihimu dan Aku tidak meninggalkanmu. Tetapi Aku ingin agar engkau membereskan beberapa hal dalam hidupmu. Dan Aku ingin kamu tahu bahwa hari-hari terbaikmu masih ada di depanmu.

Allah pantang berputus asa terhadap diri saya. Kenyataannya, Ia mengijinkan saya untuk berada pada titik yang sedemikian rendahnya sehingga segala kepercayaan untuk bersandar pada kekuatan diri sendiri itu mati. Selama melewati waktu-waktu itu, saya tahu bahwa Ia memelihara saya karena Roh-Nya tetap membisiki saya, Aku mengasihimu.

Akhirnya, Roh Kudus membebaskan saya dengan menyingkapkan janji-janji perjanjian Allah yang baru kepada saya. Ia membebaskan saya dengan membuka mata saya terhadap sumpah-Nya untuk menjadi Allah bagi saya: mengampuni saya, menunjukkan belas kasihan, dan menawarkan kebebasan kepada saya. Ia menyediakan segala keperluan saya.

Apakah saudara tidak bisa lepas dari dosa yang mengikat? Apakah saudara yakin bahwa kebiasaan saudara akan menghancurkan saudara? Janji-janji perjanjian Allah telah memberi saya kebebasan, ketenangan, dan kemenangan:

  1. Allah telah berjanji untuk mengalahkan semua dosa kita. (Ia) menghapuskan kesalahan-kesalahan kita dan melemparkan segala dosa kita ke dalam tubir-tubir laut (Mikha 7:19). Kata menghapuskan di sini berarti menumpas atau menaklukkan. Tuhan berjanji untuk menaklukkan dan mematikan semua kebiasaan dosa serta kubu-kubu dosa kita, melalui iman dan pertobatan yang sejati.
  2. Allah telah berjanji untuk membuat kita hidup dalam kekudusan. Apakah saudara berpikir, Saya ingin bebas, tetapi saya tidak mempunyai kemauan untuk meninggalkan dosa saya? Tuhan menjawab, Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru RohKu akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapanKu dan tetap berpegang pada peraturan-peraturanKu dan melakukannya (Yehezkiel 36:25-27).
  3. Ia telah berjanji tidak akan meninggalkan orang-orang yang dimiliki-Nya. Tuhan menghajar kita atas segala dosa kita tetapi Ia tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya, Jika ketetapanKu mereka langgar dan tidak berpegang pada perintah-perintahKu, maka Aku akan membalas pelanggaran mereka dengan gada Tetapi kasih setiaKu tidak akan Kujauhkan dari padanya dan Aku tidak akan berlaku curang dalam hal kesetiaanKu. Aku tidak akan melanggar perjanjianKu, dan apa yang keluar dari bibirKu tidak akan Kuubah... Anak cucunya akan ada untuk selama-lamanya, dan takhtanya seperti matahari di depan mataKu (Mazmur 89:32-37).
  4. Ia telah berjanji untuk menaruh rasa takut akan Tuhan di dalam hati kita. Aku akan menaruh takut kepadaKu ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari padaKu (Yeremia 32:40).

Saya ingin berkata secara langsung kepada saudara-saudara yang sedang bergumul dengan dosa yang tersembunyi, keputusasaan, atau kelesuan rohani: satu hal yang menghalangi saudara dari kemenangan yang mutlak adalah ketidakpercayaan. Allah telah bersumpah untuk memberi saudara semua kuasa yang diperlukan untuk menaati setiap firman-Nya. Bahkan Ia telah memberikan saudara janji-janji perjanjian-Nya, supaya saudara berhenti berusaha mengatasi dosa saudara dengan kekuatan saudara sendiri.

Inilah kunci untuk mengerti perjanjian-Nya yang baru: Allah tidak punya batas atau keterbatasan. Kita membatasi Tuhan dengan jalan pikiran kita yang terbatas ini. Tetapi Ia memberikan janji-janji perjanjian-Nya agar kita tidak lagi merantai-Nya dengan keterbatasan-keterbatasan.

Di Taman Eden, setan memakai ketidakterbatasan Allah ini sebagai alat untuk menggoda Adam dan Hawa. Ia berkata kepada mereka, Kamu bisa menjadi sama seperti Allah. Ia tidak mempunyai keterbatasan dan tidak terbatas. Kamu pun bisa menjadi demikian (dari muslihat ini timbul doktrin sesat yang menyatakan, Apa pun yang bisa kamu bayangkan, pasti bisa kamu lakukan. Jika kamu bisa mengkhayalkannya, kamu bisa mencapainya).

Tuhan harus mengirimkan hukum-Nya untuk menunjukkan kepada umat manusia bahwa kita tidak bisa sama seperti Allah. Kita sama sekali tidak bisa melampaui semua batasan dan batas kemampuan manusia. Maka Tuhan memakai hukum untuk membantu kita mengenali ketidakmampuan kita. Yesus juga menunjukkan kebenaran ini. Ia menunjukkan bahwa sebagai manusia, keterbatasan-Nya adalah ketidakmampuan manusia, kata-Nya, Tanpa Bapa, Aku tak dapat melakukan apa pun. Tapi Kristus juga datang untuk menyatakan bahwa setiap anak-Nya yang percaya kepada-Nya dapat mendapatkan janji perjanjian yang baru ini, Aku akan menjadi Allah yang tidak memiliki keterbatasan ataupun batas bagimu.

Saudara mungkin berpikir bahwa pasangan hidup saudara yang belum selamat tidak akan pernah menerima Yesus. Tetapi Allah berkata, Kamu membatasi-Ku. Aku tidak terbatas. Begitu juga, Gereja pernah mengira bahwa komunisme akhirnya akan menguasai dunia. Pemikiran kita, Tuhan tidak bisa bekerja di bawah kediktatoran yang tidak bertuhan sama sekali. Tetapi kita membatasi Allah. Pada waktu yang ditetapkan-Nya, Tuhan menghancurkan seluruh sistem tersebut, yang dimulai dengan tembok Berlin. Roh-Nya melanda seluruh Eropa Timur dan juga Rusia.

Orang-orang Kristen juga mempunyai perkiraan yang sama tentang negeri Tirai Bambu. Kita membatasi kemampuan Allah untuk bekerja di Cina. Tetapi sekarang bangsa yang besar itu sedang berapi-api oleh urapan Roh Allah. Kita juga membatasi Allah mengenai Kuba. Tetapi saya baru saja melihat film tentang 100.000 orang Metodis di sana yang sedang berapi-api oleh urapan Roh Kudus.

Saya katakan bahwa Allah tidak punya batasan, tidak terbatas, bahkan juga terhadap dunia Islam. Kebangkitan rohani dapat terjadi di mana saja Tuhan kehendaki. Itu bisa terjadi di rumah saudara, pada anak-anak saudara, bahkan di antara orang-orang yang saudara cintai yang belum selamat. Dan Allah dapat menghancurkan aborsi atau pornografi setiap saat. Tugas kita hanyalah untuk berhenti bersandar pada kekuatan diri kita sendiri, dan menyerah kepada janji-janji setia Allah. Kita perlu percaya kepada-Nya untuk terjadinya mukjizat-mukjizat.

Saat saudara menghadapi pergumulan, ingatlah bahwa Tuhan tidak akan berputus asa terhadap saudara. Ia memanggil saudara sahabat-Nya, dan tangan-Nya tetap memegang saudara. Yang Ia minta hanyalah hati yang bertobat dan kepercayaan yang total akan janji-janji-Nya. Tetapi, saudara perlu memperhatikan peringatan ini: meskipun Allah tidak akan meninggalkan saudara, saudaralah yang bisa meninggalkan-Nya. Dan itu akan mengakibatkan terbentuknya kekerasan hati. Ingatlah contoh tentang Saul. Seandainya Saul yang keras hati itu berpaling kepada Tuhan dan bukannya kepada seorang penenung, Allah tentu akan menyelamatkannya.

Saat ini saudara sedang berhadapan dengan semak yang terbakar dan juga kata-kata nubuatan. Saya sangat yakin bahwa Roh Kudus sedang berbicara melalui perkataan saya pada saudara, kata-Nya, Inilah saat kebebasanmu. Jangan lalukan khotbah ini tanpa ada perubahan hidup. Janganlah saudara pergi dengan membawa kegentaran, ikatan, kesalahan, kubu-kubu kekerasan hati, atau dosa yang mengikat. Tetapi, peganglah janji-janji perjanjian-Nya yang baru. Saudara adalah kepunyaan Tuhan, dan Ia membutuhkan saudara. Segera Ia akan membawa saudara ke padang rumput yang hijau dan air yang tenang. Sekarang, dengan iman terimalah kasih-Nya, kuasa-Nya, pengampunan-Nya, dan kebebasan-Nya. Hari-hari yang gemilang masih ada di hadapan saudara.

Sebab Tuhan tidak akan membuang umatNya, dan milikNya sendiri tidak akan ditinggalkanNya (Mazmur 94:14).

Download PDF

DAILY ENCOURAGEMENT IN YOUR INBOX

Sign up now to receive our Daily Devotional or E-newsletter.

SUBSCRIBE