Pisau Kristus | World Challenge

Pisau Kristus

Gary WilkersonOctober 12, 2015

Saat itu adalah malam terakhir Yesus bersama murid-murid-Nya dan Dia tahu waktunya tak lama lagi. Mereka barus saja menyelesaikan makan malam dan Kristus ingin memberi kepada teman-teman-Nya satu lagi pengajaran selama masih di dunia. Dia memanggil mereka, “Bangunlah, marilah kita pergi dari sini” (Yohanes 14:31) dan memimpin mereka berjalan. Sepanjang jalan Ia memberi mereka analogi ini:

“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (15:1-5).

Sebuah gambaran yang indah yang menyimpulkan hubungan kita dengan Anak dan Bapa. Yesus adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya yang membentang dari Dia; Ia adalah sumber dari segela kehidupan yang mengalir kepada kita. Yang mengatur semua arus kehidupan ini adalah Bapa kita di surga, Sang Tukang Kebun yang memelihara pertumbuhan kita. Mungkinkah ada gambar yang lebih tenteram tentang kehidupan kita di dalam Kristus ?

Namun juga tersimpan gambaran lain dalam analogi ini: “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya” (15:2). Banyak orang Kristen gentar ketika mereka membaca ayat ini. Tidak ada orang yang menyukai pikiran akan “dipotong” oleh Tuhan jika hidup mereka tidak menghasilkan buah yang baik. Bagi mereka, ayat ini adalah alasan yang cukup untuk bersandar pada usaha yang didorong agama, sebuah sistem yang dimana mereka dapat mengukur apakah mereka menghasilkan buah. Namun apakah itu yang benar-benar dimaksud Yesus ?

Ada banyak hal untuk dibuka dalam bagian ini—dan aku bisa meyakinkan anda, semua ini adalah baik. Gambaran yang aku pilih untuk judul dari pesan ini adalah—pisau—mungkin tampaknya dipermukaan kasar atau keras. Tetapi pisau yang saya maksudkan adalah sebuah alat yang dimiliki seorang tukang kebun yang ahli—Allah kita yang murah hati, penuh belas kasihan dan penyayang. Saya ingin menjelajahi kedalaman keindahan yang terkandung dalam bagian pesan perpisahan yang Ia berikan kepada gereja-Nya.

Kristus sedang memberitahukan kepada kita Dia lebih dari suatu sumber kehidupan bagi kita—Dia adalah satusatunya sumber kehidupan. “Pokok anggur” yang lain mungkin kelihatannya menjanjikan kehidupan tetapi tidak ada yang mengandung kehidupan yang sejati seperti yang dimiliki Yesus. Beberapa orang Kristen mencari kehidupan dari pokok anggur lain, sumber-sumber yang tidak masuk akal untuk orang Kristen mana saja dan yang menghancurkan kehidupan. Yang lain mencari kehidupan dari sumbersumber yang tampaknya baik dan masuk akal—ambisi dan rangsangan, kesuksesan dan kenyamanan— tetapi pokok-pokok anggur ini dalam mereka tidak memiliki kehidupan. Mereka tidak dapat menghasilkan kehidupan yang sejati. Yesus ingin kita tertanam kuat di dalam Dia sehingga kita dapat minum dengan dalam dari kehidupan yang berlimpah dari-Nya setiap hari.

Selain itu, ketika Yesus menunjuk dirinya sendiri sebagai pokok anggur yang “benar”, Dia sedang berbicara tentang lebih dari informasi yang akurat. “Benar” disini membawa pengertian yang sama seperti “teman yang sejati”—berarti nyata, murni, asli, yang ada untuk menyokong anda dengan kebenaran.

Lalu bagaimana dengan Sang Pengusaha Kebun Anggur, Bapa kita di Surga ? Dia memelihara kebun- Nya dengan penuh kasih dan sempurna. Itu adalah pekerjaan-Nya untuk menjaga kehidupan mengalir melalui kita, dan Dia bisa dipercaya untuk menempatkan hal yang benar ke tempatnya untuk membuat mereka tumbuh. Karena itu sebagaimana kita tinggal di dalam Kristus, yang melekat pada pokok anggur, kita tidak perlu tertekan atau kuatir tentang kehidupan kita. Kita diberi aliran kehidupan yang sejati dari Kristus dan dipelihara dengan penuh perhatian oleh Bapa kita.

Yesus membuat hal ini jelas, “Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya” (Yohanes 15:2). Betapa aneh: Jika kita dicangkokkan ke dalam pokok anggur, bukankah seharusnya kita menghasilkan buah tentunya ? Kita tahu kita diselamatkan dan aman dalam Kristus dan kasih karunia dari kasih Allah. Bagaumana bisa tidak menghasilkan buah ?

Sekali lagi Yesus menyediakan kata kunci: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yohanes 15:3-4). Berikut ini adalah ungkapan lain yang memicu ketakutan dalam banyak orang Kristen: “jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” Sebagian pengikut menjadi takut ketika mereka membaca ini. Mereka menjadi sangat waspada tentang bagaimana mereka “tinggal” di dalam Kristus, menciptakan hal-hal yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan yang sebenarnya melepaskan mereka dari kehidupan yang sejati

Itu benar bahwa pernyataan Yesus disini adalah bersyarat, artinya kita memiliki bagian untuk dikerjakan. Tetapi itu hanya sebagian dari pernyataan-Nya. Dia melengkapinya dengan berkata, “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” Bagian lain dari kutipan ini adalah: Yesus tinggal didalam kita—dan kehadiran-nya dalam kita teguh, kuat, tidak tergoyahkan: “Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau” (Ibrani 13:5). Ketika Yesus berkata, “jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku”, dia tidak sedang menghubungkan dengan keselamatan kita. Dia tidak sedang berkata kita diselematkan suatu hari dan terhilang di kemudian hari berdasarkan seberapa baik kita tinggal di dalam Dia. Keselamatan kita dijamin oleh-Nya di kayu salib.

Tidak, ketika Yesus berkata kita harus tinggal di dalam Dia, Ia sedang berbicara tentang buah-buah Roh dalam hidup kita—kesaksian kita, jalan kita yang benar, sukacita dan damai yang kita miliki. “Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku” (Yohanes 15:4).

Saat anda membaca ini, anda mungkin masih tidak setuju, “Tetapi Yesus berkata Bapa memotong ranting-ranting yang tidak menghasilkan buah.” Ya, Dia memang berkata demikian di ayat 2. Namun apa yang Yesus maksud dengan pernyataan ini ? Kata yang Ia gunakan untuk memotong disini adalah airo—berarti mengangkat atau menaikkan. Hal ini memberitahukan kita semua hal yang kita perlu ketahui tentang ranting-ranting yang tidak menghasilkan buah.

Jika anda mengunjungi kebun anggur, anda akan melihat pohon anggur melilit di kayu pancang. Di bagian bawah setiap pancang, dekat tanah, pohon anggur itu tebal dan kuat. Tetapi ranting-rantingnya tumbuh ke atas mereka tipis dan lembut. Ini penting untuk ranting-ranting itu untuk dijauhkan dari tanah, yang berisifat asam dan mengandung hama dan debu-debu yang dapat merusak atau membunuh ranting-ranting itu.

Bapa Surgawi akan mengangkat yang lemah, ranting-ranting yang terkulai yang tidak berbuah. Saya sedang berbicara tentang orang-orang Kristen yang berkompromi yang oleh kelemahan dan hasrat keinginan telah jatuh ke dalam dosa. Ketika sang tukang kebun melihat ranting-ranting ini, Ia berlutut, mengangkat mereka dan mengembalikan mereka ke tempat yang lebih tinggi dimana mereka aman dan dapat bertumbuh lagi.

Biarkan saya benar-benar jelas: Allah di pihak anda, Ia tidak melawan anda. Ia mau anda bebas dari hal-hal duniawi yang menarik anda ke bawah menuju kematian. Dan Ia siap setiap saat untuk mengangkat anda dari segala lumpur kompromi atau pikiran yang mendua. Dia ingin mengankat anda lagi kepada panggilan yang tinggi yang Kristus telah siapkan bagi anda. Itu adalah pekerjaan yang penuh kasih sang tukang kebun.

Jadi anda telah diangkat oleh Tuhan, yang telah memulai pekerjaan yang baru di dalam diri anda. Anda adalah pengikut yang setia yang senang dalam jalan anda dengan Yesus. Hidup anda telah melahirkan buah Roh, dimana terang untuk setiap yang mengenal anda. Apa yang Yesus katakan tentang kamu dalam analogi pokok anggur ini ? Apakah Tuhan memberi anda hadiah karena menghasilkan buah ? Apakah Ia membuat pesta untuk anda ? Tidak, Yesus berkata: “setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah” (Yohanes 15:2).

Orang Kristen yang menghasilkan buah akan dibersihkan. Apa? Itu bukanlah apa yang kebanyakan kita harapkan dari kehidupan pelayanan kepada Tuhan. Jauh di didalam kebanyakan dari kita mengharapkan hadiah. Bagaimanapun bukankah itu yang adil ?

Apa yang Yesus katakan disini berlawanan dengan intuisi dan berlawanan dengan budaya. Ketika saya tumbuh dewasa, sulit bagi saya untuk mendapat prestasi untuk segala pencapaian. Sekarang, jika seorang anak sekedar mengambil bagian dalam sebuah tim olahraga, ia dihadiahkan sebuah piala. Jangan berpikir saya seperti pria berumur yang berpikir dia tidak pernah mendapat haknya; saya sepenuhnya mendukung untuk sokongan yang luar biasa yang diberikan banyak orang tua kepada anakanak mereka sekarang ini. Tetapi masyarakat kita mulai menemukan efek negatif dari memanjakan anak-anak kita:

Hal itu mengajarkan mereka untuk membenci saat dikoreksi. Ketika mereka diberi perayaan untuk setiap hal yang mereka lakukan, mereka percaya semua yang mereka lakukan benar.

Hal ini menjelaskan keadaan banyak gereja saat ini. Sebagai orang Kristen kita menikmati kasih tanpa syarat tetapi benci saat dikoreksi. Dalam analogi pokok anggur ini, Yesus berkata Bapa kita ingin kita mengetahui kasih yang lebih dalam daripada orang tua yang memanjakan. Bapa kita yang penuh kasih berkata, pada dasarnya, “Ya, kamu menghasilkan buah yang baik, dan itu menyenangkan Aku. Tetapi Aku ingin menambahkan sukacitamu akan kehidupan yang berlimpah. Dan Aku akan melaksanakan itu dengan membersihkan engkau lebih lagi.”

“Dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah” (Yohanes 15:2). Kebanyakan kita tidak mengerti konsep ini. Kelly dan saya belajar ini dengan cara yang keras tahun lalu, ketika seorang tukan kebun mengambil pisau pembersihan untuk tanaman kami. Kami kembali dari suatu perjalanan dan menemukan setiap tanaman hijau di halaman kami berkurang menjadi tonjolan-tonjolan. Taman kami yang indah terlihat seperti lapangan yang gersang dari suatu planet yang indah. Kami siap memecat tukang kebun itu!

Tetapi ketika musim semi datang tahun ini, setiap tanaman telah berbunga dua kali lipat. Masingmasing tanaman telah menjulang lebih cepat dan lebih penuh, dan apa yang pernah berantakan kini telah bersih dan indah dengan menumbuhkan buah. Pembersihan yang Tuhan lakukan dalam kehidupan kita seperti itu. Hal itu tidak akan mudah bagi kita—hal itu menyakitakan. Dan hal itu tidak menarik— tetapi hal itu menghasilkan buah yang mulia yang tidak bisa datang dengan cara lain.

“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata” (Titus 2:11). Berita yang luar biasa : Paulus memuji kasih karunia Allah yang agung yang menyelamatkan kita—selesai! Tidak, itu tidak selesai disitu. Paulus segera menambahkan bahwa kasih karunia yang sama “mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi” (2:12).

Disini Paulus menjelaskan apa yang dimaksud dengan tinggal di dalam Kristus. Hal ini melibatkan “meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini” (2:12). Dengan kata lain, kasih karunia Allah tidak hanya menyediakan kehidupan kekal tetapi juga kehidupan yang berlimpah saat ini, hari ini. Bagian yang kita kerjakan dengan tinggal dalam Kristus memimpin kita kepada kehidupan yang diberkati, saleh dan damai.

Tetapi Paulus tidak berhenti disitu. Dia mengajar Titus dengan tegas, “Beritakanlah semuanya itu, nasihatilah dan yakinkanlah orang dengan segala kewibawaanmu” (2:15). Ingat, pokok yang Paulus bicarakan dalam bagian ini adalah kasih karunia. Dia sedang menyatakan, pada dasarnya, “Ketika kasih karunia diberitakan tetapi tidak mendidik anda untuk menolak kefasikan, ada suatu hal yang hilang.” Jika kita ingin melayani Yesus, kita tidak dapat menghindari koreksi, baik itu datang dari Firman Tuhan atau dari teman-teman yang kita hormati. Namun kita juga dijanjikan hal ini tentang pembersihan yang memperbaiki oleh Tuhan: “Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya” (Ibrani 12:11).

Pembersihan yang Dia lakukan sangat kuat—baik dalam kesakitan yang disebabkannya dan dalam buahnya yang mulia. Apakah anda tidak memiliki damai sejahtera? Apakah anda menyimpang dari pokok anggur, sumber kehidupan anda, untuk datang kepada sumber lain ?Minta Tuhan untuk mengambil pisau pembersihan-Nya untuk hati anda. Dia mungkin memotong, membersihkan dan mengambil hal-hal yang tidak semestinya. Dan ketika Ia selesai, pohon yang indah dalam halaman anda akan tampak lebih dari sekedar tunggul pohon. Tetapi apa yang tumbuh dari tunggul pohon itu adalah buah yang tidak pernah anda bayangkan—dan sesuatu yang tidak bisa anda hasilkan sendiri dengan kekuatan anda.

Mengapa pisau dalam pesan perpisahan dari Yesus? Ia menjelaskan, “Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh" (Yohanes 15:11). “Penuh” menunjukkan mneyeluruh, sempurna, kuat. Perkataan perpisahan yang baik, benar dan indah yang Ia berikan kepada murid-murid-Nya—dan itu adalah manna untuk kita saat ini. Pemangkasan dan pembersihan yang dilakukan Tuhan menghasilkan sukacita—semua dari tangan Sang Tukang Kebun Yang Ahli yang mengasihi kita. Amen!

Download PDF