Seseorang yang lebih dari pada Salomo berada di sini | World Challenge

Seseorang yang lebih dari pada Salomo berada di sini

David WilkersonJuly 12, 2004

Menurut Yesus, seorang saksi yang telah ditentukan akan muncul pada hari kiamat dan menawarkan kesaksian yang memberatkan terhadap generasi sekarang ini. Ratu Syeba yang akan menjadi saksi, dan kata-katanya akan berupa kutukan: "Pada waktu penghakiman, ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo! "(Matius 12:42).

Ratu ini akan membahas mengenai generasi kita, yang hidup di hari-hari terakhir ini. Dan kutukannya akan menjadi seperti ini: ia akan membeberkan segala upayanya, penderitaan dan kesulitan yang dialaminya untuk mendapatkan hikmat dari Salomo. Anda lihat bahwa dalam masa hidupnya, wanita ini sangat merindukan kebenaran yang dapat membebaskannya. Dan pada hari penghakiman, ia akan bersaksi, "Saya telah melakukan perjalanan dari ujung bumi untuk mendapatkan hikmat Salomo. Pada pihak lain, anda telah kenyang dengan kebenaran Injil. Anda memiliki Seseorang yang jauh lebih agung dari Salomo yang hidup di tengah-tengahmu. Namun anda telah menutup mata dan telinga terhadapNya."

Siapakah sebenarnya Ratu Syeba ini? Dan kenapa ia begitu penting sampai ia harus tampil pada hari Penghakiman? Para ahli mengatakan bahwa ia adalah seorang penguasa Arab, yang memerintah atas wilayah yang sekarang dikenal sebagai Yaman. Telah menjadi budaya selama berabad-abad bahwa bangsa Arab tertarik dengan teka-teki. Dalam pola pikiran bangsa Arab, mereka sering kali mengajukan pertanyaan tetapi tanpa memberikan jawaban.

Wanita terkemuka ini bisa jadi gangguan dalam jiwa dengan semua pertanyaan-pertanyaannya seperti mengenai kehidupan - tentang Tuhan, masa depan, kematian – yang tidak memiliki jawaban. Ia membutuhkan hikmat untuk membantunya dalam menyikapi kehidupan, pemerintahan dan membantu orang lain. Namun kekayaannya yang berlimpah, ketenaran atau nasihat yang didapatkannya tak mampu menjawab tangisan jiwanya itu. Kerinduan jiwanya yang terdalam tersebut tak dapat dipenuhi.

Lalu ia mendengar tentang Raja Salomo. Raja yang memiliki reputasi yang terkenal di seluruh dunia karena memiliki hikmat yang luar biasa. Alkitab berkata bahwa ratu itu "mendengar kabar tentang Salomo" (1 Raja-raja 10:1), mungkin melalui pedagang atau pelaut yang telah melakukan perjalanan ke Yerusalem. Menurut laporan mereka, raja Israel memahami sifat manusia yang tiada bandingnya dengan orang lain. Ia mampu menjawab setiap pertanyaan dan memecahkan masalah betapa pun rumitnya.

Sang Ratu pasti bertanya-tanya, "Siapakah orang ini yang berbicara penuh hikmat dan dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit mengenai kehidupan?" Dewanya sendiri tidak dapat berbicara, mendengar ataupun berkomunikasi. Jadi ia bertekad, "Saya harus pergi menemui Salomo berapapun biayanya. Saya harus mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang membakar dalam jiwaku ini. Jika ia dapat memecahkan teka-teki kehidupan, maka dialah jawaban kerinduan hatiku . "

Dia mengerahkan kafilah untuk membawanya ke Yerusalem yang berjarak sekitar 1.500 mil (+/- 2.400 km). Perjalanan ini akan memakan waktu sekitar 75 - 150 hari pulang-pergi – jadi hampir setengah tahun. Mereka akan melewati gurun yang panas terik. Dan mereka harus menghadapi para perampok, pencuri dan medan yang tandus dimana tak ada satu mahluk hiduppun yang hidup nyaman. Mereka harus bertahan melawan dinginnya malam. Namun tidak ada yang bisa menghentikan sang ratu untuk dapat bertemu dengan raja Salomo.

Dia harus didampingi oleh para tentara, pejabat pemerintah, pegawai, koki dan penterjemah. Unta-unta ditunggangi dengan makanan, air, hadiah perhiasan yang mahal, dan rempah-rempah. Secara keseluruhan, kafilah ini seperti "kereta api yang sangat besar" (1 Raja-raja 10:2). Bayangkan melihat rombongan yang sangat besar ini tiba di Yerusalem, setelah berbulan-bulan melewati angin badai yang berdebu, panas terik yang melelahkan, dan kesulitan yang luar biasa. Sekarang, saat mereka mendekati ibukota, petugas kerajaan dari Salomo bergegas untuk menemui sang ratu sambil mengatakan, "Betapa luar biasanya perjalanan baginda ratu. Marilah, silakan menyegarkan diri. Raja kami telah mnyediakan kamar mandi yang besar untuk baginda

Kemudian, ratu itu diantar ke istana Salomo. Dan iapun tidak membuang waktu dalam menanyakan setiap pertanyaan yang pernah membingungkannya. "Dia ingin menguji Salomo dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit “ ... setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya" (1 Raja-raja 10:1-2). Sang ratu telah mengeluarkan segala ganjalan hatinya kepada Salomo.

Dan ia tidak kecewa. Alkitab mengkatakan bahwa, "Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada hal yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu" (10:3). Salomo dengan murah hati menjawabnya dengan jawaban yang mengagumkan, yang berisi kebenaran yang mencerahkan. Dia tidak meninggalkan satu topik pun tanpa jawaban. Saya membayangkan betapa cerahnya wajah sang ratu ketika mendengar setiap jawaban, dan menyadari, "Oh jadi begitukah caranya." Bayangkanlah rasa damai dan tenteram yang membanjiri jiwanya ketika pertanyaan-pertanyaan di sepanjang hidupnya telah terjawab satu per satu.

Setelah itu, kepada sang ratu diperlihatkan seluruh kerajaan Salomo. Ia melihat langsung bagaimana tata cara, keindahan dan kemakmuran yang telah dirancang untuk bangsa Israel sebagai hasil dari hikmat Salomo. Ia pun melihat bagaimana "rumah yang dibangunnya, tata hidangan di mejanya, tata cara duduk pegawai-pegawainya, tata cara pendampingan para menterinya, dan pakaian mereka, dan para pelayan yang melayani, dan korban bakaran yang biasa dipersembahkan di rumah Tuhan" (10:4-5). Sungguh, sesuatu yang sangat luar biasa, "Tidak ada lagi semangat dalam dirinya" (10:5). Secara sederhana, sang ratu menjadi tercengang dibuatnya.

Ketika sang ratu tenggelam dalam kekaguman, ia pun berkata kepada Salomo, "Benar juga yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnyapun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! Terpujilah TUHAN, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran." (10:6-9).

Setelah acara kunjungan kelilingnya selesai, sang ratu menawarkan raja Salomo semua hadiah yang dibawanya. Sebagai imbalannya, Salomo membuka seluruh gudangnya, dan sang ratu terkagum dengan kekayaan yang berlimpah. "Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo." (10:13).

Para pemimpin agama pada zaman Kristus sangat akrab dengan cerita ratu Syeba ini. Mereka diajarkan dalam rumah-rumah ibadat, dan mereka tahu bagaimana putus asanya sang ratu untuk bertemu Salomo. Sekarang Kristus menggunakan kisahnya itu untuk memperingatkan mereka, "Inilah ratu yang sama dari selatan yang akan menghukum kamu di hadapan Bapa. Dia datang dari bagian terjauh dari bumi ini untuk mendengarkan hikmat Salomo. Dan lihatlah, Seseorang yang lebih dari pada Salomo berdiri di hadapan kalian sekarang ini."

Sesungguhnya, ratu inilah yang akan menanyakan orang-orang Farisi, "Bagaimanakah kamu bisa menjadi begitu buta? Kalian membawa semua pertanyaan sulitmu kepada sang Raja, bahkan pertanyaan yang penuh muslihat dengan maksud mencoba untuk menjebakNya. Namun Dia adalah Allah Maha Tahu yang dalam rupa manusia, yang telah memberikan hikmat-Nya kepada Salomo. Dia berdiri di tengah-tengah kalian dan mengundang kalian untuk bertanya, dan mendesak kalian agar membuka hati kalian kepadaNya. Dia bahkan rela mati untuk kalian. Tapi kalian menutup mata kalian kepadaNya dan menutup telinga kalian terhadap kebenaran-Nya. Kalian lebih suka hidup dalam kegelapan, karena memang demikianlah perbuatanmu yang jahat itu. "

Aku bertanya-tanya: akankah ratu ini menuduh generasi kita juga dengan dosa yang sama? Ia akan berkata, "Aku melihat dan mendengar kebijaksanaan dari seorang pria yang pernah hidup pada zaman saya, dan kata-katanya telah mengubah hidup saya. Aku telah memiliki suatu pelajaran dari dia, dan dia telah menjawab segala sesuatu yang ada dalam hati saya. Dia tahu semua masalah dan kekhawatiran dalam hidup saya, dan kebenarannya telah membebaskan saya dari segala kebingungan saya.

"Tapi tiba saatnya ketika saya harus meninggalkan kehadiran pria itu. Tetapi tidaklah demikian yang terjadi dengan kalian. Kalian memiliki seseorang yang hidup di tengah-tengah kalian, dan kalian memiliki kemampuan untuk mendengarkan kebijaksanaan-Nya setiap saat. Selain itu, Raja Yesus adalah seseorang yang jauh lebih agung dari raja Salomo. Dia memiliki sabda untuk berbicara kepada kalian tentang segala sesuatu dalam hidup kalian. Dia ingin agar sabdaNya memberikan kelegaan jiwa bagi kalian, dan menyediakan kedamaian dan sukacita bagi kalian.

"Jadi secara terus menerus Dia mengajak anda ke meja perjamuanMu. Anda tidak harus melakukan perjalanan sepanjang 1.500 mil (+/- 2.400 km) untuk mencapaiNya. Dia datang kepada anda, dan Dia tidak meminta anda untuk memberikan hadiah-hadiah atau perhiasan-perhiasan. Yang Dia inginkan dari anda adalah membawa semua beban anda kepadaNya. Dia ingin mendengar keprihatinan anda, mengambil alih kekuatiran anda, dan menjawab keragu-raguan anda. Satu-satunya dupa yang Dia inginkan dari anda adalah doa dan pujian anda kepadaNya.

"Ketika saya berada di istana Salomo, saya melihat betapa bahagianya hamba-hambanya itu. Mereka datang ke meja raja setiap hari dan dengan senang hati menyerap hikmatnya. Mereka mendengarkan dengan saksama setiap kata-katanya dengan penuh hormat. Dan ketika mereka pergi ke bait Allah untuk menyembah, mereka memiliki rasa takut akan kekudusanNya. Sungguh suatu pemandangan yang mulia, yang sangat mengagumkan. Aku telah mendengar hal-hal agung mengenai raja Salomo, tetapi tidak ada seorangpun yang mempersiapkan saya untuk mengalami apa yang ada di hadapannya.

"Dalam generasi anda, hal ini sungguhlah berbeda. Anda bersikap begitu kurang ajar terhadap Raja anda. Anda memiliki jalan masuk untuk mendapatkan semua kebijaksanaan-Nya yang ajaib, segala kebenaran dan kekudusan, tetapi anda mengabaikannya hari demi hari. Bagaimana mungkin anda bisa dipuaskan dengan cara hidup yang tak bersemangat, hidup yang menakutkan seperti itu? Anda sedang berada di tengah-tengah Sumber dari jawaban hidup anda. Dia jauh lebih agung dari pada Salomo! "

Izinkan saya bertanya: kapankah anda memiliki pengalaman yang menakjubkan dengan Yesus terakhir kalinya? Kapankah anda begitu terpesona dengan pemberian kebijaksanaan-Nya yang penuh damai yang membebaskan anda? Kapankah anda terakhir kalinya berkata, "Tidak ada seorangpun yang telah pernah mengajarkan saya tentang Kristus, dan telah mempersiapkan saya untuk mengalami kehadiranNya.Dia telah menghilangkan keraguanku dan memberiku sukacita yang tak terucapkan itu"?

Kita semua harus menjawab satu pertanyaan yang pelik hari ini: "Jika seseorang lebih dari pada Salomo berada di tengah-tengah saya, apakah mungkin Dia meninggalkan saya dalam kebingungan? Jika hikmatNya selalu tersedia, apakah saya mencarinya sebergairah sang ratu dalam mencari hikmat Salomo? "

Saya percaya sang ratu akan bertanya kepada kita, "Jika raja Salomo bersedia mendengarkan semua pertanyaan saya, apakah Raja anda akan menjadi kurang bersedia untuk mendengarkan anda? Jika Salomo begitu sabar untuk menjawab kekhawatiran saya, tidakkah Tuhanmu yang maha tahu itu akan mengambil semua beban anda? Bagaimanakah mungkin Yesus menjadi kurang bersedia berbicara dengan anda, untuk memberikan anda kebijaksanaan dan bimbingan-Nya? "

Yang benar adalah, bahwa Allah masih berbicara kepada umat-Nya hari ini. Dan Dia berbicara sejelas yang Ia lakukan dalam Perjanjian Lama, atau kepada para rasul, atau kepada gereja mula-mula. Namun kita harus menyadari satu hal: Allah memilih untuk berbicara hanya kepada mereka yang memiliki telinga untuk mendengarkanNya. Marilah saya gambarkan berikut ini.

Markus 4 memberitahukan kepada kita bahwa Kristus "mengajar (orang banyak) banyak hal dengan menggunakan perumpamaan" (4:2). Dalam ayat ini, Yesus menyatakan sebuah perumpamaan tentang penabur, tentang seorang pria yang menabur benih di tanah. Namun ketika Dia selesai bercerita, orang banyak menjadi bingung. Mereka bertanya-tanya, "Siapakah penabur yang Dia gambarkan ini? Dan apakah arti dari benih itu? Semua pembicaraan ini berisi tentang burung, setan, tanah berduri, tanah yang baik – berbicara tentang apakah ini? "

Yesus tidak menjelaskannya kepada mereka. Sebaliknya, Alkitab berkata, "Dan kataNya: Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!" (4:9). Hanya para murid dan beberapa orang lainnya saja yang ingin mendapat jawabanNya. Setelah itu mereka datang kepada Yesus, dan bertanya tentang arti perumpamaan itu: "Ketika Ia sendirian, pengikut-pengikutNya dan kedua belas murid itu menanyakan Dia tentang perumpamaan itu" (4:10). Kemudian Kristus menyediakan diriNya untuk menjawab semua keprihatinan mereka (lihat 4:14-20).

Apakah yang anda lihat dalam adegan ini? Yesus telah memberikan wahyu kebenaran kepada mereka, sebuah kata yang diucapkan langsung dari mulut Allah, namun hal itu membingungkan mereka. Anda mungkin bertanya-tanya, "Mengapa Yesus tidak menjelaskan perumpamaan itu dengan lebih jelas lagi?" Kami menemukan petunjuk di ayat berikutnya dalam pasal yang sama: "… tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka" (4:34). Saya percaya Yesus berkata, "Jika anda ingin memahami Firman-Ku, anda akan harus mengejar saya untuk mendapatkan jawabannya. Dan anda harus datang seperti Ratu Syeba lakukan: dengan rasa lapar akan kebenaran yang akan membebaskan anda. Aku akan memberikan semua wahyu yang anda butuhkan. Tetapi anda harus datang mengejar Aku, dengan telinga yang penuh perhatian."

Bayangkanlah apakah yang akan terjadi dengan kebanyakan orang setelah mereka pulang. Tetangga mereka ramai berkerumun di sekeliling mereka, ingin tahu apa yang telah Yesus katakan: "Pesan apakah yang Dia sampaikan? Beritahukanlah kepada kami semua yang telah anda pelajari. "Mereka yang telah mendengar Dia, mungkin mampu mengulangi perumpamaan-Nya. Tetapi kata-kata mereka pasti sudah mati, tak bernyawa, tanpa dampak apa-apa atau tanpa kuasa yang mengubahkan hidup.

Saya percaya hal yang sama sedang terjadi di dalam gereja Kristus hari ini. Kata yang keluar meninggalkan banyak mimbar gereja merupakan kata yang sudah mati, tanpa wahyu atau kuasa Roh Kudus yang membebaskan manusia dari dosa. Kemudian, ketika orang-orang pulang ke rumah, banyak dari mereka hanya mengulangi kata yang telah mereka dengar tanpa kehidupan Roh Kudus. Sungguh sangat menyolok bila dibandingkan dengan para murid yang lapar dan pengikut Kristus lainnya yang setia dalam adegan ini. Orang-orang ini mewakili semua orang yang mendambakan Firman Allah, dan yang akan mengejar Yesus dengan biaya sebesar apapun untuk mendapatkannya. Mereka berasal dari "Perusahaan Ratu Syeba," yang para hambaNya menginginkan hidup Kristus - wahyu yang mengubahkan hidup.

Bagaimanakah Yesus menanggapi ketekunan mereka dalam mengejar FirmanNya? Dia mengatakan, "… Kepadamu telah diberikan rahasia Kerajaan Allah, tetapi kepada orang-orang luar segala sesuatu disampaikan dalam perumpamaan" (Markus 4:11). Misteri dalam Alkitab berbahasa Inggris diterjemahkan dari kata Yunani yang berarti rahasia. Singkatnya, Kristus mengungkapkan rahasiaNya hanya untuk mereka yang lapar akan kehidupan - kebenaran yang mengubahkan hidup. Dia mengatakan, "Jika anda ingin jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang sulit, anda harus mengejar Aku. Menghabiskan waktu denganKu. Aku akan mengungkapkan FirmanKu kepada anda, dan menunjukkan kebenaran dimana orang lain tidak melihatnya."

Jadi, siapakah “orang-orang luar” itu (4:11)? Yesus mengacu kepada orang banyak yang tidak bersedia untuk menunggu Dia. Mereka tidak akan menyerahkan kenyamanan mereka untuk melakukan apa yang diperlukan untuk melatih telinga mereka dalam mendengar suaraNya. Mereka mungkin datang ke gereja secara teratur dan mencari Tuhan untuk memenuhi semua kebutuhan manusiawi. Tapi mereka tidak tertarik untuk mengetahui suaraNya yang jauh melampaui kemampuanNya dalam menyediakan kebutuhan manusiawi. KebenaranNya yang membebaskan manusia tetap membingungkan dan membuat mereka putus asa, menjadi serangkaian teka-teki yang belum terungkapkan.

Ancaman iblis terhadap gereja hari ini melampaui banjirnya kenajisan yang telah dicurahkan ke atas bumi. Hal ini melampaui kerakusan harta benda semata, kecanduan ataupun godaan yang bertubi-tubi. Pertempuran kami hanyalah satu yakni iman. Semakin anda menetapkan hati anda untuk mencari Yesus, serangan Setan pada iman anda akan menjadi lebih ganas.

Dalam beberapa bulan terakhir, saya telah mendengar beberapa pengakuan dari orang-orang kudus yang saleh yang berbicara mengenai serangan yang mengerikan terhadap benak mereka. Mereka diganggu oleh panah keraguan dan pertanyaan yang mengganggu tentang kesetiaan Tuhan. Mereka bertanya-tanya apakah Dia prihatin tentang pelayanan mereka yang tak berkembang, perkawinan-perkawinan yang bermasalah, dan anak-anak mereka yang sesat. Banyak orang yang hanya terombang-ambing seterusnya, iman mereka pun tergoyahkan, dan berpikir, "Saya tidak tahu apakah saya bisa melanjutkannya."

Kemudian saya membaca surat dari seorang wanita berusia 81 tahun yang menulis ke kantor pelayanan kami. Dia berkata, "Suami saya sedang dimakan kanker tulang. Sementara itu, anak saya meninggal karena AIDS. Dan saya perlahan-lahan merana dengan penyakit kencing manis. "Ketika saya membaca seluruh isi surat itu, keluarga ini sedang berjuang, saya menggelengkan kepala, bertanya-tanya," Bagaimana ibu ini bisa mempertahankan kegembiraannya? Hal ini terlalu banyak untuk ditanggung oleh siapa pun juga. Tentulah Tuhan akan memotong kelambanannya dalam beriman"

Kemudian saya membaca alinea terakhir dari suratnya: "Terlepas dari semuanya itu, Allah tetap setia. Dia tidak pernah gagal sekalipun dalam setiap kata yang Ia janjikan kepada kita. Kami telah memberikan anak kami ke dalam tangan Yesus. Dan sekarang kami sedang menunggu Hari dimana kami melihat Tuhan yang senantiasa memberkati dengan berhadap-hadapan muka dengan muka."

Ya, pertempuran ini adalah pertempuran iman. Kita melihat gambaran ini dalam Markus 8, ketika Yesus baru saja memberi makan 4.000 orang dengan tujuh potong roti dan beberapa ikan. Setelah itu, Ia masuk ke dalam perahu dengan murid-muridNya dan berlayar ke sisi pantai yang lain: "Kemudian ternyata murid-murid Yesus lupa membawa roti, hanya sepotong saja yang ada pada mereka. Lalu Yesus memperingatkan mereka, kataNya: Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes. Maka mereka berpikir-pikir dan seorang berkata kepada yang lain: Itu dikatakanNya karena kita tidak mempunyai roti.

"Dan ketika Yesus mengetahui apa yang mereka perbincangkan, Ia berkata: Mengapa kamu memperbincangkan soal tidak ada roti? Belum jugakah kamu faham dan mengerti? Telah degilkah hatimu? Kamu mempunyai mata, tidakkah kamu melihat dan kamu mempunyai telinga, tidakkah kamu mendengar? Tidakkah kamu ingat lagi, pada waktu Aku memecah-mecahkan lima roti untuk lima ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan? Jawab mereka: Dua belas bakul. Dan pada waktu tujuh roti untuk empat ribu orang itu, berapa bakul penuh potongan-potongan roti kamu kumpulkan? Jawab mereka: Tujuh bakul. Lalu kataNya kepada mereka: Masihkah kamu belum mengerti? "(Markus 8:14-21).

Yesus mengingatkan mereka, "Apakah kamu tidak ingat siapakah Aku? Kamu hanya melihat Aku dapat menggandakan sedikit roti dan ikan untuk memberi makan kepada banyak orang. Bagaimanakah kamu bisa melupakan keajaiban seperti itu? Aku berkata bahwa Seseorang yang lebih dari pada Salomo berada di tengah-tengahmu. Kapankah kamu mulai tersadar bahwa Tuhan hadir bersama kamu setiap saat, dalam setiap krisis? Kamu memiliki mata, tetapi kamu tidak melihat. "

Betapa berdukanya hati Tuhan kita ketika kita melupakan kemenangan-kemenanganNya yang telah diberikanNya pada masa-masa lalu dalam hidup kita, semua mukjizat yang membebaskan. Dia memanggil kita sebagai sahabat-sahabatNya (lihat Yohanes 15:15), namun dalam saat krisis, kita sering melupakan semua tentang persahabatan yang setia ini. Inilah sebabnya mengapa Yesus memperingatkan murid-murid tentang ragi orang Farisi. Dia berkata kepada mereka, pada dasarnya, "Jika kamu datang kepadaKu dengan pertanyaan-pertanyaan sulit, jangan berharap Aku akan menjawabnya jika kamu memiliki hati yang penuh ketidakpercayaan. Kamu datang kepadaKu dengan penuh kepercayaan dan iman, percayalah bahwa Akulah Seseorang yang lebih dari pada Salomo."

Dalam adegan lainnya yang terdapat dalam kitab Markus 4, murid-murid itu kembali menyeberangi danau. Kali ini, "Lalu mengamuklah taufan yang sangat dahsyat dan ombak menyembur masuk ke dalam perahu, sehingga perahu itu mulai penuh dengan air" (Markus 4:37). Ombak besar bergelombang membanjiri perahu, dan murid-muridNya menjadi panik bergegas untuk menyelamatkan air yang telah meninggi di dalam perahu. Mereka ini adalah para nelayan yang berpengalaman, dan mereka segera melihat bahwa hidup mereka berada dalam bahaya. Jadi mereka dengan cepat membangunkan Yesus, yang sudah tertidur di bagian belakang perahu, dan berseru, "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"

Saat saya lihat Yesus bangun dari tidurNya, secara manusia saya ingin meminta Dia untuk mendorong para muridNya dengan berkata: "Aku senang bahwa kamu telah membangunkanKu. Ini serius. Oh kasihan benar saudaraKu ini, Aku minta maaf karena Aku telah membiarkan kamu bergumul dengan badai ini dengan begitu lama. Maafkan Aku karena tidak bertindak secepatnya. Mudah-mudahan, kamu tidak berpikir bahwa Aku tidak peduli dengan krisismu . "

Tidaklah begitu, reaksi Yesus justru sebaliknya. Ia menegur para murid! "… Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?" (4:40). Bayangkanlah apa yang dipikirkan para murid pada saat itu: "Apakah Yesus benar-benar mengharapkan kami untuk berdiri dalam air hingga sepinggang kami, dan tidak takut? Ini adalah badai terburuk yang pernah kami hadapi. Gelombang berdatangan dan perahu kami hampir tenggelam. Kami seharusnya mempraktekkan iman dalam keadaan yang tampaknya tidak ada harapan?"

Jawabannya adalah: ya, sesungguhnya benar! Yesus sedang menguji iman mereka. Dia ingin tahu, "Apakah para pengikutNya ini percaya kepadaNya sekalipun dalam menghadapi kematian? Akankah mereka berpegang teguh pada iman mereka untuk percaya kepadaKu? "Secara manusia, Kristus telah tertidur. Tetapi Dia adalah Allah juga, Tuhan yang tidak pernah tidur: "Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tidur Penjaga Israel." (Mazmur 121:4).

Saat ini, perahu anda mungkin kebanjiran, keadaan anda sudah melampaui segala harapan yang ada. Badai berputar-putar di sekeliling anda dan mungkin menakutkan seperti yang pernah anda hadapi. Tetapi Dia masih tetap Tuhan kita, dan anda memiliki Seseorang yang lebih dari pada Salomo sedang hadir bersama anda. Dia adalah Penguasa atas setiap badai, dan Dia akan menggunakan badai itu untuk menguji anda. Dia mengizinkan krisis melanda anda untuk melihat apakah yang ada di dalam hati anda.

Anda mungkin berpikir, "Tetapi bagaimana kalau perahu saya benar-benar tenggelam? Apakah yang akan terjadi selanjutnya? "Perhatikan teladan Paulus dalam Kisah Para Rasul. Kapalnya tenggelam, dan dia tidak kehilangan hidupnya. Bahkan kenyataannya, ia bersandar pada Firman Tuhan yang disampaikan kepadanya di tengah-tengah badai itu. "Kapal itu akan tenggelam, tetapi Aku akan memberikan kehidupan kepada kamu semua yang berada di kapal." Ketika badai berakhir, Tuhan dimuliakan karena kesetiaanNya. Dan mujizat besar pun terjadi setelah itu, disertai dengan kebangkitan yang mengagumkan (lihat Kisah Para Rasul 28:1-10).

Ya, Tuhan mungkin mengizinkan anda untuk bertahan dengan sesuatu yang kelihatannya bencana yang sesungguhnya. Tetapi anda akan bertahan hidup - dan begitu juga dengan imanmu - jika anda percaya padaNya. Kapal anda mungkin tenggelam, tetapi Allah akan memberi anda kekuatan untuk berenang ke darat, seperti yang Ia lakukan terhadap Paulus. Semua yang anda anggap sebagai kehilangan hanyalah bersifat benda semata, dan Tuhan dengan mudah dapat menggantinya. Dia memiliki perahu yang lebih besar, yang lebih baik, dan Dia sanggup memberkati anda dengan yang lebih besar dari apa pun yang mungkin telah hilang.

Saya harus mengakui, ketika saya membaca teguran Yesus kepada murid-muridNya, saya pikir, "Tuhan, itu tidak adil. Saya menerima surat dari orang-orang yang saat ini sedang menghadapi bencana yang mengerikan dari mereka sendiri. Mereka kehilangan rumah mereka, pekerjaan mereka, orang-orang yang mereka kasihi. Tentunya anda tidak mengharapkan mereka untuk tetap penuh beriman."

Kemudian Roh Kudus mengingatkan saya dengan beberapa daerah miskin yang saya kunjungi. Saya telah melihat orang-orang yang tinggal di gubuk-gubuk dan tidur di lantai tanah yang kotor, namun mereka memiliki sukacita yang tidak pernah saya saksikan di tempat lainnya. Mereka bersukacita di dalam kesetiaan Allah kepada mereka pada setiap harinya, dan Dialah yang menyebabkan iman mereka berkelimpahan, meskipun mereka di dalam pencobaan.

Kemurtadan yang hebat ini telah dinubuatkan sebelumnya dalam Alkitab. Paulus memperingatkan, "Janganlah kamu memberi dirimu disesatkan orang dengan cara yang bagaimanapun juga!, Sebab sebelum Hari itu haruslah datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa," (2 Tesalonika 2:3).

Dalam Perjanjian Lama, Tuhan memberikan sebuah contoh kepada kita tentang apa yang akan terjadi pada mereka yang murtad dari iman terhadap kuasa Allah karena memang keinginan mereka sendiri. Dalam 2 Tawarikh 14, Raja Asa menghadapi sejuta orang tentara Ethiopia. Tetapi raja memiliki iman yang besar: "Kemudian Asa berseru kepada TUHAN, Allahnya: Ya TUHAN, selain dari pada Engkau, tidak ada yang dapat menolong yang lemah terhadap yang kuat. Tolonglah kami ya TUHAN, Allah kami, karena kepada-Mulah kami bersandar dan dengan nama-Mu kami maju melawan pasukan yang besar jumlahnya ini. Ya TUHAN, Engkau Allah kami, jangan biarkan seorang manusia mempunyai kekuatan untuk melawan Engkau!" (2 Tawarikh 14:11).

Apakah yang terjadi selanjutnya? "Tuhan memukul kalah orang-orang Etiopia itu di hadapan Asa" (14:12). Betapa besarnya iman Asa! Selama bertahun-tahun kemudian, "Tidak ada perang sampai pada tahun ketiga puluh lima pemerintahan Asa" (15:19). Selama bertahun-tahun, raja Asa berjalan dalam iman di hadapan Tuhan, dan yang mengakibatkan Allah berkenan kepada Yehuda. Suatu kedamaian terjadi di atas tanah Yehuda, dan kedamaian itulah yang menjadi kesaksian bagi dunia. Segera sesudah itu, banyak orang lapar dari negara-negara sekitarnya membanjiri Yehuda, karena mereka tahu bahwa raja Asa berjalan dengan Allah.

Kemudian, pada tahun ketiga puluh enam pemerintahannya, raja Asa menghadapi krisis lainnya. Raja Israel bangkit melawan Yehuda, merampas kota Ramah dalam upaya untuk memotong semua perdagangan dari dan ke kota Yerusalem. Rencananya adalah membuat Yehuda kelaparan sehingga mereka tunduk tertawan. Raja Asa ditinggalkan dengan sangat rentan, tetapi kali ini Ia tidak mengandalkan Tuhan dalam menghadapi krisis itu. Ia berpaling kepada raja Aram dari pada berdoa untuk memohon petunjuk dan nasihat Allah. Sebagai balas jasa terhadap bantuan Aram, raja Asa membuka perbendaharaan Israel dan mengosongkan semua emas dan perak yang dimiliki bangsa itu.

Jadi Yehuda telah dibebaskan dari musuh mereka, tetapi bukan oleh Tuhan. Kemuliaan itu diberikan kepada tentara asing dari Aram. Dan sekarang kesaksian Yehuda tentang kuasa Allah kepada dunia sudah lenyap. Seorang nabi yang saleh di negeri itu datang menghadap raja Asa dengan kata yang pedas: "Karena engkau bersandar kepada raja Aram dan tidak bersandar kepada TUHAN, Allahmu ... Karena mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk melimpahkan kekuatanNya kepada mereka yang bersungguh hati terhadap Dia. Dalam hal ini engkau telah berlaku bodoh, oleh sebab itu mulai sekarang ini engkau akan mengalami peperangan "(16:7, 9).

Saya yakin bahwa banyak orang Kristen saat ini yang bermasalah karena mereka memiliki alasan yang sama yang telah dilakukan oleh raja Asa itu. Mereka memiliki peperangan dalam jiwa mereka, karena mereka telah memperdagangkan iman mereka hanya untuk sekedar kemandirian. Tetapi kenyataannya adalah, tidak akan mungkin bagi pengikut Yesus untuk dapat memiliki iman dengan cara mengandalkan sumber lain dan akan terbebas dari gangguan.

Peringatan Kristus sederhana dan jelas: Seseorang yang lebih dari pada Salomo berada di antara kita. Dan kita harus percaya padaNya, percaya sepenuhnya kepada-Nya, dan menyerahkan diri kita seutuhnya ke dalam pemeliharaanNya. Dia akan berperang untuk kita dan akan berurusan dengan musuh-musuh kita. Maka tidak akan ada lagi peperangan, karena Ia akan membereskan semuanya untuk kita karena Tuhan " … yang menghentikan peperangan" (Mazmur 46:9-10).

Download PDF